Showing posts with label Hadits Nabi. Show all posts
Showing posts with label Hadits Nabi. Show all posts

BERAT DOSA ORANG YANG BERDUSTA ATAS NAMA RASULULLAH SAW.

Saturday, July 18, 2009 |

  • 1.Ali r.a. berkata : Nabi saw. bersabda : Kalian jangan berdusta atas namaku, maka sesungguhnya siapa yang berdusta atas namaku pasti masuk neraka. (Bukhari, Muslim).
  • 2.Anas r.a. berkata : Sesungguhnya yang menahan diriku memperbanyak riwayat hadist kepadamu adalah karena Nabi saw. bersabda : Siapa yang berdusta atas namaku, maka ia menyiapkan tempatnya dalam neraka. (Bukhari, Muslim).
  • 3.Abu Hurairah r.a. berkata : Nabi saw. bersabda : Siapa yang sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah menyiapkan tempatnya di dalam neraka. (Bukhari, Muslim).
  • 4.Al-Mughirah ra. berkata : Aku telah mendengar Nabi saw. bersabda : Sesungguhnya berdusta kepada siapapun, tidak sama dengan berdusta atas namaku, siapa yang sengaja berdusta atas namaku maka hendaknya menyiapkan tempatnya di neraka. (Bukhari, Muslim).

Hadits Nabi dari Buchori,Muslim

Thursday, April 16, 2009 |

1. Ali r.a. berkata : Nabi saw. bersabda : Kalian jangan berdusta atas namaku, maka sesungguhnya siapa yang berdusta atas namaku pasti masuk neraka. (Bukhari, Muslim).
2. Anas r.a. berkata : Sesungguhnya yang menahan diriku memperbanyak riwayat hadist kepadamu adalah karena Nabi saw. bersabda : Siapa yang berdusta atas namaku, maka ia menyiapkan tempatnya dalam neraka. (Bukhari, Muslim).
3. Abu Hurairah r.a. berkata : Nabi saw. bersabda : Siapa yang sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah menyiapkan tempatnya di dalam neraka. (Bukhari, Muslim).
4. Al-Mughirah ra. berkata : Aku telah mendengar Nabi saw. bersabda : Sesungguhnya berdusta kepada siapapun, tidak sama dengan berdusta atas namaku, siapa yang sengaja berdusta atas namaku maka hendaknya menyiapkan tempatnya di neraka. (Bukhari, Muslim).

Larangan Mencuri dan Hukumannya

Thursday, March 19, 2009 |

Firman Allah SWT :

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan
keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan
sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Maka barangsiapa bertaubat (diantara pencuri-pencuri itu) sesudah
melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah
menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. [QS. Al-Maidah : 38-39]


Hadits-hadits Nabi SAW :

Dari ‘Aisyah, ia berkata : Sesungguhnya orang-orang Quraisy disibukkan
oleh kejadian seorang wanita Makhzumiyah yang mencuri. Mereka berkata,
“Siapa orang yang berani menyampaikan masalah itu kepada Rasulullah
SAW (agar mendapat keringanan hukuman )”. Lalu diantara mereka ada
yang berkata, “Siapa lagi yang berani menyampaikan hal itu kepada beliau
kecuali Usamah kecintaan Rasulullah SAW ?”. Lalu Usamah
menyampaikan hal itu kepada beliau. Maka Rasulullah SAW bersabda
kepada Usamah, “Apakah kamu akan membela orang yang melanggar
hukum dari hukum-hukum Allah ?”. Kemudian beliau berdiri dan
berkhutbah. Beliau bersabda, “Hai para manusia, sesungguhnya yang
menyebabkan hancurnya orang-orang sebelum kalian bahwasanya mereka
itu apabila orang terhormat di kalangan mereka yang mencuri, mereka
membiarkannya, tetapi jika orang lemah diantara mereka yang mencuri,
mereka menghukumnya”Demi Allah, seandainya Fathiah bint Muhammad
mencuri, pasti aku potong tangannya”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1315].

Orang yang terlanjur bersumpah dengan Laata dan ‘Uzzaa

|

Orang yang terlanjur bersumpah dengan Laata dan ‘Uzzaa

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa
diantara kalian bersumpah dan dalam sumpahnya itu dia terlanjur berucap
“Demi Laata”, maka hendaklah dia segera berucap, “Tidak ada Tuhan
selain Allah”. Dan barangsiapa mengatakan kepada temannya, “Kemarilah
sekelompok kaum Asy’ariy datang kepada Nabi SAW meminta kendaraan
untuk mengangkut kami. Lalu beliau bersabda, “Demi Allah, aku tidak bisa
membawa kalian. Aku tidak punya kendaraan untuk membawa kalian”. (Abu
Musa berkata) : Kemudian kami diam beberapa saat. Lalu didatangkan
kepada beliau beberapa unta, kemudian beliau menyuruh kami untuk
menggunakan tiga unta yang punuknya putih. Ketika kami sudah berangkat,
kami berkata (atau sebagian kami berkata kepada yang lain), “Allah tidak
akan memberi berkah kepada kita. Dahulu ketika kita datang kepada
Rasulullah SAW untuk meminta kendaraan, beliau terlanjur bersumpah
untuk tidak membawa kita. Tetapi buktinya beliau sekarang memenuhi
permintaan kita”. Kemudian mereka datang menemui Rasulullah SAW dan
menceritakan hal itu kepada beliau. Maka beliau bersabda, “Bukan aku
yang membawa kalian, akan tetapi Allah yang membawa kalian. Adapun
aku, demi Allah, insyaa Allah aku tidak bersumpah atas suatu sumpah,
kemudian aku melihat yang lebih baik dari sumpahku itu, melainkan aku
membayar kaffarah sumpah itu dan aku melaksanakan yang lebih baik itu”.
[HR. Muslim juz 3, hal. 1268]


Dari Abu Musa Al-Asy’ariy, ia berkata : Kami pernah menemui Rasulullah
SAW untuk meminta agar beliau bisa membawa kami. Lalu beliau
bersabda, “Aku tidak punya kendaraan untuk membawa kalian. Demi Allah,
aku tidak bisa membawa kalian”. Tetapi kemudian Rasulullah SAW
mengirim kepada kami tiga ekor unta yang putih punuknya, lalu aku
bertanya (dalam bathin), “Sesungguhnya kami datang kepada Rasulullah
SAW untuk meminta kendaraan kepada beliau, dan beliau telah bersumpah
Dari Abdurrahman bin Samurah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
“Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan.
Sesungguhnya jika jabatan itu diberikan kepadamu lewat permintaan, maka
kamu akan menanggungnya sendiri. Tetapi jika jabatan itu diberikan
kepadamu bukan karena permintaanmu, maka kamu akan ditolong dalam
memikul tanggungjawab itu. Dan jika kamu telah terlanjur bersumpah,
kemudian kamu melihat ada sesuatu yang lebih baik dari pada sumpahmu
itu, maka hendaklah kamu membayar kaffarah sumpahmu dan hendaklah
kamu mengerjakan sesuatu yang lebih baik itu”. [HR. Muslim juz 3, hal.
1273]

Tuntunan Rasulullah SAW tentang sumpah

|

Sumpah dan kaffarahnya

Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai
penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan ishlah di
antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Allah
tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk
bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang
disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyantun. [QS. Al-Baqarah : 224-225]

Dari ‘Abdullah (bin ‘Umar), dari Rasulullah SAW bahwa beliau pernah
mendapati Umar bin Khaththab berada diantara sekelompok orang-orang
yang mengendarai unta. Pada waktu itu Umar bersumpah dengan nama
ayahnya. Kemudian Rasulullah SAW memberitahukan kepada mereka,
“Ingatlah, sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla melarang kalian bersumpah
dengan menyebut bapak-bapak kalian. Maka barangsiapa bersumpah,
hendaklah dia bersumpah dengan Nama Allah, atau diam”. [HR. Muslim juz
3, hal. 1267]

Dari Ibnu Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa
bersumpah, maka janganlah dia bersumpah kecuali dengan Nama Allah”.
Dahulu orang-orang Quraisy biasa bersumpah dengan menyebut bapakbapaknya.
Lalu beliau bersabda, “Janganlah kalian bersumpah dengan
menyebut bapak-bapak kalian”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1267]